Situs Kesehatan Terpercaya

Sunday, July 23, 2017

Mioma Uteri

Fibroids uterine atau lebih dikenal dengan Mioma Uteri ini merupakan tumor jinak (non-kanker) yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim. Mioma Uteri secara medis dikenal sebagai Leiomioma yang merupakan tumor jinak pada otot polos, dan biasanya tumbuh pada dinding rahim.

Mioma Uteri
Gejala Mioma Uteri bisa sering terjadi atau hanya sesekali. Dalam beberapa kasus, mioma uteri ini tidak menimbulkan Gejala apapun namun ada juga yang mengalaminya. Gejala ini dapat dipengaruhi oleh letak, ukuran dan jumlah fibroids yang terdapat pada dinding rahim.

Gejala umum akibat dari Fibroids Uterine atau Mioma Uteri:
  • Perdarahan menstruasi yang menyakitkan atau berlebih
  • Periode menstruasi berlangsung lama dan tidak seperti biasanya
  • Rasa nyeri pada bagian panggul atau perut
  • Sering buang air kecil
  • Sembelit
  • Sakit punggung atau sakit kaki
  • Rasa tidak nyaman bahkan sakit saat berhubungan seksual
Gejala lain yang mungkin terjadi pada penderita Mioma Uteri meliputi:
  • Masalah tenaga
  • Masalah kehamilan
  • Masalah kesuburan
Mioma Uteri juga bisa tumbuh cukup besar untuk memberi tekanan pada kandung kemih, sehingga sulit mengeluarkan urin dan akhirnya menyebabkan infeksi.

Jenis Mioma Uteri / Fibroid Uterine umumnya diklasifikasikan / dibedakan menurut letak munculnya Mioma Uteri tersebut.

Fibroid Intramural
Fibroid intramural biasanya berkembang di dinding rahim dan disana tumor itu berkembang. Fibroid Intramural ini yang paling banyak terjadi pada wanita. Ketika tumor fibroid intramural berkembang, biasanya rahim terasa lebih besar, dan kadang-kadang sering dihubungkan dengan adanya kehamilan atau penambahan berat badan. Tumor fibroid jenis ini juga dapat menyebabkan gejala masal seperti perdarahan menstruasi berlebih, yang dapat menyebabkan siklus menstruasi berkepanjangan dan menggumpal serta nyeri panggul yang disebabkan oleh tekanan tambahan pada organ di sekitarnya oleh pertumbuhan fibroid yang akibatnya dapat menyebabkan sering buang air kecil.

Fibroid Subserosal
Fibroid subserosal biasanya tumbuh berkembang di dinding rahim bagian luar. Tumor fibroid tipe ini bisa terus tumbuh melampaui ukuran normal. Pertumbuhan tumor fibroid subserosal akan memberi tekanan tambahan pada organ sekitarnya. Oleh karena itu, gejala tumor fibroid subserosal biasanya tidak mengakibatkan pendarahan menstruasi yang abnormal atau berlebihan. Tumor fibroid ini justru menyebabkan tekanan dan nyeri panggul. tergantung pada letak fibroid dan tingkat keparahan.

Fibroid Submukosa
Yang paling tidak umum dari berbagai jenis tumor fibroid lainnya adalah fibroid submukosa. Fibroid ini tumbuh berkembang tepat di bawah lapisan rongga rahim. Tumor fibroid submukosal yang besar dapat meningkatkan ukuran rongga rahim, dan dapat menghalangi saluran tuba yang menyebabkan masalah kesuburan. Gejala dari fibroid submukosa ini biasanya mengalami perdarahan menstruasi yang sangat berat dan haid yang berkepanjangan, ini juga bisa menyebabkan terjadinya penggumpalan darah dan mengotori bagian rongga rahim sehingga bisa membahayakan kesehatan. jika tidak segera diatasi dan terus terjadi berlangsung lama maka akan menyebabkan masalah yang lebih buruk seperti terkena anemia, yang juga berpoptensi menyebabkan kebutuhan tranfusi darah di kemudian hari.

Fibroid Pedunculated
Fibroid Pedunculated adalah jenis tumor yang tumbuh dengan memiliki tangkai (lihat gambar). Fibroid ini bisa tumbuh ke dalam rahim dan juga bisa tumbuh di bagian luar dinding rahim. Gejala yang terkait dengan tumor fibroid Pedunculated adalah rasa sakit.

Apa Penyebab Mioma Uteri?

Hingga kini belum di ketahui secara pasti apa penyebab munculnya Mioma Uteri ini. Akan tetapi diyakini bahwa setiap tumor yang tumbuh berkembang dari sel otot di rahim karena pengaruh hormon Estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Selama masa reproduksi wanita, kadar estrogen dan progesteron mengalami peningkatan. Bila kadar estrogen tinggi terutama saat hamil, fibroid cenderung membengkak. Namun jika kadar estrogen rendah, fibroid mengalami penyusutan, misalnya saat seorang wanita mengalami menopause. selain itu faktor keturunan juga bisa mempengaruhi terjadinya Mioma Uteri ini.

Diagnosis Mioma Uteri

Untuk mendiagnosis mioma uteri ini mungkin untuk langkah pertama dokter akan melakukan pemeriksaan seperti ginekologi, melakukan tes, atau pencitraan tertentu. Hal ini dikarenakan miom seringkali tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Jika anda mengalami beberapa gejala miom dan berlangsung cukup lama, segera cari tahu penyebabnya. Biasanya dokter akan melakukan tes pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memastikan diagnosisnya atau mencari tahu penyebab kemunculan gejala yang anda alami.

Pengobatan untuk Mioma uteri

Miom yang tidak memunculkan gejala apapun, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya setelah masa menopause, miom akan menyusut atau bahkan menghilang tanpa menjalani pengobatan.

Pengobatan akan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala. Pengobatan ini berfungsi hanya untuk meringankan gejala yang muncul. Apabila pengobatan yang dilakukan oleh dokter tidak memiliki dampak yang efektif, mungkin pelaksanaan prosedur operasi pengangkatan miom perlu dilakukan.

Untuk saat ini, kebanyakan wanita yang sedang mengalami beberapa gejala miom lebih memilih untuk menjalani pengobatan herbal dengan obat herbal miom qnc jelly gamat. Selain dapat mengatasi gejala yang terkadang sangat menyakitkan, obat herbal miom qnc jelly gamat ini ternyata mampu menyusutkan benjolan miom bahkan dapat menghilangkannya sehingga anda tidak perlu melakukan operasi pengangkatan mioma uteri.

Pengobatan herbal dengan mengkonsumsi obat herbal miom qnc jelly gamat juga memiliki banyak keunggulan, salahsatunya yaitu tidak adanya efek samping sama sekali selama menjalani pengobatan herbal. untuk informasi selengkapnya silahkan klik Obat herbal QnC Jelly Gamat


Mioma Uteri

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mioma Uteri

0 comments:

Post a Comment